Acara pisah kenang sahabat Teddy sekaligus diskusi pergerakan yang dilakukan oleh PMII Komisariat UBB diwarnai suasana yang beda kali ini. Bagaimana tidak dengan nuansa pemandangan air laut dan angin sepoi di Pantai Air Anyir membawa diskusi semakin bergairah pada Sabtu (23/11/2019) sore hari.
" Acara ini kita buat sebagai bentuk kekeluargaan kepada sahabat Teddy dan upaya meningkatkan silahturahmi dengan sahabat Fasa sebagai demisioner PB PMII yang sekarang menjabat sebagai komisioner bawaslu kabupaten bangka, " ucap Rio Saputra (Ketua Umum PMII Komisariat UBB)
Sahabat Fasa mengatakan PMII adalah wadah pergerakan yang mengikat dan berideologi jelas. Menurutnya, aktivis PMII itu harus 2 hal yaitu perhitungan dan dihitung.
"PMII itu punya kekuatan mengikat. Sekali anda dibai'at maka sampai kapan pun anda terikat sebagai kader PMII. Maka dari itu, kalian harus membuat perhitungan agar dapat dihitung oleh orang banyak, " pungkas sahabat Fasa.
Beliau juga berpesan bahwa KOPRI itu harus tangguh untuk membawa peradaban ini menjadi lebih maju. KOPRI harus menyadari banyak hal yang harus di kawal dari permasalahan terkait perempuan.
"Saya juga berpesan bahwa KOPRI itu jangan baperan tetapi harus tangguh. Kalian adalah bagian dari peradaban dunia. Kawal isu-isu miris tentang perempuan yang sering terjadi.. Buat Gebrakan! Kalian harus menjadi aktivis perempuan pertama di Bangka yang konsisten."
Terakhir pesan beliau adalah diamnya kader-kader PMII adalah dosa baginya.
" Terakhir, ini adalah prinsip saya yang saya bagikan ke sahabat/i bahwa diamnya kalian adalah dosa bagi kalian."
Diskusi itu diakhiri dengan Salam Pergerakan dan sesi foto bersama sahabat Fasa dengan seluruh kader PMII Komisariat UBB yang hadir.

Komentar
Posting Komentar